Kultum – Keutamaan Puasa Syawal (Nyawalan)

Puasa

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).

Imam Ahmad dan An-Nasa’i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda:

“Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh.” ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam “Shahih” mereka.)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadham lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. ” (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: “Salah satu sanad yang befiau miliki adalah shahih.”)

Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (tebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya :

(more…)

August 21, 2011 at 8:00 pm Leave a comment

Merayakan HUT RI di Bulan Ramadhan

HUT RI

Mendengar kata HUT RI, tentu kita terfikir akan serunya kegiatan-kegiatan dalam rangka menyambut kedatangan hari dimana Indonesia merdeka seperti, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, ngambil koin dari jeruk, joged balon, panjat pinang, dll. Lalu, bagaimana kita bisa melakukan hal itu sedangkan HUT RI kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan ?

Banyak orang yang mengatakan bahwa HUT RI di bulan Ramadhan tidak semeriah di bulan lainnya. Bisa dimengeri, mungkin karena tidak bisa memeriahkannya dengan kegiatan-kegiatan yang telah  disebutkan di atas. Tapi, apakah anda tahu bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah ?. Bulan yang penuh hikmah ?. Bulan yang penuh nikmat ?. Sudah sepatutnya kita merasa bersyukur karena masih bisa merasakan indahnya kemerdekaan terutama di bulan Ramadhan.

Pada dasarnya, kegiatan-kegiatan semacam itu tidaklah memberikan kontribusi apapun terhadap kemerdekaan Indonesia. Kita hanya terbawa oleh kebiasaan-kebiasaan yang membuat kita lupa akan makna dari kemerdekaan itu sendiri. Jika kita dikatakan HUT RI, pasti hal pertama yang terfikir adalah lomba makan kerupuk. Coba anda bayangkan, apa hubungannya merdeka dengan makan kerupuk ?. Hal itu sudah menunjukkan bahwa kita sudah lupa tentang apa arti dari sebuah kemerdekaan. Kenapa kita tidak berdo’a “Ya Allah, selamatkanlah Negeri ku ini dari bencana, lindungilah dari segala mara-bahaya, jadikanlah negeri yang aman, tenteram, sejahtera, adil, dll
“ ?. Orang-orang terdahulu bersusah payah untuk merebut negeri ini dari jajahan negeri lain. Mereka mengorbankan harta, jiwa, dan raga. Berkat mereka dan kehendak Allah, sekarang kita bisa bernafas lega di negeri tercinta. Mari kita do’akan agar arwah mereka yang gugur di medan perang, diterima amal ibadahnya dan  ditempatkan di tempat sebaik-baik tempat.

August 16, 2011 at 5:15 pm Leave a comment

Tips Mudik Lebaran

Tips Mudik Lebaran

Sebentar lagi kita akan puasa ramadan, itu berarti kita akan menghadapi lebaran. Meski masih lama, kan ada baiknya kita siapkan sejak sekarang. Bagi perantau, mudik dengan kendaraan sendiri adalah keharusan. Makanya pemerintah, dalam hal ini Departemen Perhubungan, senantiasa mempersiapkan segala keperluan kita agar mudik lebaran menjadi aman dan nyaman.

Inilah asyiknya berlebaran di negeri kita, selain ketupat yang khas, mudik juga lebih khas.Makanya sebelum mudik, pastikan anda sudah mempersiapkan segalanya. Perhatikan pengumuman dari pemerintah tentang jalur atau rute perjalanan yang aman, agar anda dapat sampai ke tujuan dengan nyaman dan selamat.

Berikut beberapa tips yang perlu anda perhatikan, mulai dari kendaraan sampai pada tips bagi sang ‘driver”, sebagai berikut :

bagian yang paling penting adalah mesin kendaraan. Perisksa dan bersihkan karburator, filter udara, filter bbm dan ganti busi; lakukan tune-up secara menyeluruh.
ganti oli mesin yang berkualitas agar mesin prima.
ganti oli transmisi (baik yang manual ataupun matic) agar performa sistem transmisi sempurna.
periksa kondisi rem dan cairan rem (brake fluid) dan pastikan sistem pengereman bekerja sempurna.
periksa accu, pastika air aki cukup agar sel-nya dapat menyimpan listrik lebih baik.
periksa tekanan ban, biasanya petunjuk tekanan ban terdapat di pintu pengemudi. sipakan selalu ban serep, kunci roda dan dongkrak.
periksa kondisi lampu dekar, lamu jauh, sein dan lampu hazard. bawa lampu dan sekering cadangan.
bawa juga perlengkapan P3K, segitiga pengaman, senter dan jika perlu GPS.

Tips berikut khusus buat pengemudi :

a). cukup istirahat palling tidak sehari sebelum berangkat;
b) tentukan waktu perjalanan, jangan terlalu malam agar tidak mengantuk;
c) jangan konsumsi obat yang menyebabkan kantuk;
d) makan dan minum cukup agar tubuh terasa fit dapat juga minum vitamain atau supplemen;
e) pelajari rute perjalanan dan rute alternatif jika perlu
f) catat nomor telepon penting, seperti nomor telepon Polisi, Posko-posko untuk bantuan darurat
g) jika anda akan menggunakan jasa penyeberangan, pastikan anda membeli tiket dan mengantrilah menuju ke kapal;
f) berdo’alah sebelum berangkat dan hindari kebut-kebutan yang tidak perlu.

nah kalau kita sudah mempersiapkan segala hal yang kita perlukan untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara (mudik), tentu kita akan lebih percaya diri untuk mudik. Mudik memang sudah menjadi tradisi di negeri kita, tujuannya adalah untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga dan handai-taulan. Tentu kedatangan kita menjadi harapan mereka.

selamat mudik…

Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/1835114-tips-mudik-lebaran-yang-aman/#ixzz1VAyoKY00

August 16, 2011 at 5:00 pm 2 comments

Kultum – Pengertian, Sejarah, Tatacara Shalat Idul Fitri

Pengertian

Kata Ied secara bahasa artinya adalah kembali dan berulang-ulang.


Sejarah

Shalat ied pertama kali dilaksanakan pada tahun ke dua hijriah, dalam sebuah hadits disebutkan:

Dari Jabir Rodliallohu’anhu berkata : Rosululloh datang ke Madinah, sedangkan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya yang mereka rayakan. Beliau bertanya,” Dua hari raya apakah ini ? ” maka dijawab : “Kami merayakannya pada masa jahiliyyah.” Maka beliau bersabda ” Alloh telah mengganti dua hari raya ini dengan yang lebih baik dari keduanya, yaitu ‘Idul Adha dan ‘Idul Fitri.”
[HR Abu Daud no 1134. Nasa’i no 1557. Ahmad 3 / 103,178,235,250]


Hukum Shalat Ied

Menurut jumhur ulama (mayoritas ulama) shalat dua ied hukumnya sunnah muakadah (sunnah yang sangat ditekankan untuk dilaksanakan).


Waktu Pelaksanaan Shalat

Waktu pelaksanaan ketika dhuha; yaitu tatkala matahari sudah setinggi tombak sampai waktu tergelincirnya matahari.

Persoalan

Bagaimana kalau khabar tentang sholat ‘ied ini baru diketahui setelah siang hari atau sore hari ?

Jawaban:

Orang yang berpuasa harus berbuka dan shalat ied pada hari berikutnya. Ini merupakan pendapat yang terkuat berdasarkan dalil:

Dari Umair bin Anas, dari pamannya. Para shohabat Anshor mereka berkata: “Kami tertutup mendung sehingga tidak melihat hilal syawal. Paginya kami puasa. Sore hari itu juga datang rombongan (kafilah dagang – pent) lalu bersaksi dihadapan Rosululloh bahwa mereka telah melihat hilal kemarin. Maka Rosululloh memerintahkan berbuka dan untuk bersiap sholat ‘Ied besok harinya.”
[Shohih, Ahmad 5 / 38, Abu Dawud no. 1157, Nasai 1/180, Ibnu Majah no. 1653, Daruqutni 2 / 170, Syarhu Ma’anil atsar 1 / 387, Al Baihaqi 3 / 316

Mengenai Takbiran

Para ulama berbeda pendapat tentang waktu takbiran idhul fitri:

  1. Sejak tengggelamnya matahari malam ‘Ied. Ini adalah pendapat Sa’id bin Musayyib, Abu Salamah,Urwah, Zaid bin Aslam dan Syafi’i.
  2. Sejak berangkat menuju tempat sholat. Ini adalah pendapat jumhur ulama : Ali, Umar, Abu Umamah dan sebagian besar shohaba. Juga pendapat Abdurrohman bin Abi laila, Sa’id bin Jubair, An Nakho’i, Abu Zanad, Umar bin Abdul aziz, Ubay bin Usman, Abu Bakar bin Muhammad, Al Hakam, Hammad, Imam Malik, Ishaq, Abu Tsaur, dan juga Auza’i beserta masyarakat luas.
    [Majmu’ Syarhu Muhadzab 5 / 46, Al Mughni 3 / 262]

Dan akhir takbiran adalah saat imam datang untuk memulai shalat.


Adab-adab Shalat Ied

Beberapa adab yang perlu diperhatikan sebelum kita melaksanakan sholat ‘Ied :

  1. Mandi dan memakai pakaian yang bagus.
  2. Makan dahulu sebelum menunaikan sholat iedul fitri.
  3. Bertakbir sejak dari rumah sampai tiba di tempat shalat dan imam hadir untuk mengimami shalat.
  4. Berjalan kaki ke tempat shalat dan pergi pulang lewat jalan yang berbeda.
  5. Hendaknya shalat diadakan di lapangan kecuali dalam keadaaan darurat seperti hujan dan yang semisalnya.
  6. Saling mengucapkan Tahniah ”Taqoballahu minna waminkum” – Semoga Alloh Manerima Amal Kita dan Amalmu semua- Muhammad bin Ziad berkata,” Saya bersama abi Umamah Al Bahiliy dan yang lainnya dari para shohabat Rosululloh , maka apabila mereka pulang dari sholat ied, mereka saling mengucapkan: ”Taqoballahu minna waminkum”  [Ahmad berkata : “isnadnya bagus “]
  7. Ditekankan bagi selain Imam unuk bersegera pergi ketempat sholat ‘ied setelah menunaikan sholat subuh walaupun matahari belum terbit.
  8. Hendaknya menampakkan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan kepada siapa saja yang ditemuinya dari orang-orang mukmin.
  9. Diperbolehkan membuat makanan dan minuman yang istimewa serta permainan yang mubah.

 

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Dua roka’at berjama’ah, dengan tujuh takbir di roka’at pertama (selain takbirotul ihrom) dan lima takbir di roka’at kedua (selain takbir intiqol atau takbir berpindah dari rukun yang satu ke rukun yang lain). Adapun tata caranya adalah sebagai berikut :

1. Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.
2. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir (selain takbiratul ihrom) sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”

3. Di antara takbir-takbir yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.” [Dikeluarkan oleh Al Baihaqi (3/291). Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy (kuat). Lihat Ahkamul ‘Idain, Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid, hal. 21, Al Maktabah Al Islamiy, cetakan pertama, tahun 1405 H.]

Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan,

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).”

4. Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa Sayyidina ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab,

كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).” [HR. Muslim no. 891]

Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat”.[HR. Muslim no. 878.]

5. Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).

6. Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.

7. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir (selain takbir bangkit dari sujud) sebelum memulai membaca Al Fatihah.

8. Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

9. Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

Semoga semua artikel dan eBook di blog “Artikel Islami – Free Download Ebook Islami” bermanfaat untuk kita semua. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh….[]

August 10, 2011 at 9:18 am 3 comments

Kultum – Pengertian, Syarat Wajib, Syarat Sah Zakat Fitrah

Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah mengeluarkan bahan makanan pokok dengan ukuran tertentu setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan (malam 1 Syawwal) dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan .

Zakat fitrah diwajibkan ditahun kedua Hijriyah

Dasar wajib zakat fitrah:

عن ابن عمر أنّ رسول الله صلّى الله عليه وسلم فرض زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من تمر أو صاعا من شعير على كلّ حرّ أو عبد ذكر أو أنثى من المسلمين ( رواه مسلم )

“Diriwayatkan dari Sayyidina Abdullah bin Umar, Sesungguhnya Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah bulan Ramadhan berupa satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum atas setiap orang muslim, merdeka atau budak, laki2 maupun perempuan

Zakat fitrah wajib bagi setiap orang islam yang mampu dan hidup di sebagian bulan Ramadhan serta sebagian bulan Syawwal. Artinya, orang yang meninggal setelah masuk waktu maghrib malam lebaran (malam 1 Syawwal) wajib baginya zakat fitrah (dikeluarkan dari harta peninggalannya). Begitu juga bayi yang dilahirkan sesaat sebelum terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan dan terus hidup sampai setelah terbenamnya matahari malam 1 Syawwal.

Tapi sebaliknya, orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari di akhir bulan Ramadhan atau bayi  yang lahir setelah terbenamnya matahari di malam 1 Syawwal tidak diwajibkan baginya zakat fitrah.

Yang dimaksud mampu yaitu, memiliki harta lebih dari:

  1. Kebutuhan makan dan pakaian untuk dirinya dan orang yang wajib dinafkahi pada siang hari raya beserta malam harinya (1 Syawwal dan malam 2 Syawwal) .
  2. Hutang, meskipun belum jatuh tempo (saat membayar).
  3. Rumah yang layak baginya dan orang yang wajib dinafkahi.
  4. Biaya pembantu untuk istri jika dibutuhkan.

Orang yang wajib dinafkahi yaitu:

  1. Anak yang belum baligh dan tidak memiliki harta.
  2. Anak yang sudah baligh namun secara fisik tidak mampu bekerja seperti lumpuh, idiot, dan sebagainya serta tidak memiliki harta.
  3. Orang tua yang tidak mampu (mu’sir).
  4. Istri yang sah.
  5. Istri yang sudah ditalak roj’i (istri yang pernah dikumpuli dan tertalak satu atau dua) dalam masa iddah.
  6. Istri yang ditalak ba’in  (talak 3) apabila dalam keadaan hamil.

Zakat fitrah berupa makanan pokok mayoritas penduduk daerah setempat.

Ukuran zakat fitrah 1 sho’ beras = 2,75 – 3 kg.

Urutan dalam mengeluarkan zakat fitrah ketika harta terbatas.

Orang yang memiliki kelebihan harta seperti di atas tetapi tidak mencukupi untuk fitrah seluruh keluarganya, maka dikeluarkan sesuai urutan berikut :

  1. Dirinya sendiri.
  2. Istri.
  3. Pembantu istri sukarela (tanpa bayaran).
  4. Anak yang belum baligh.
  5. Ayah yang tidak mampu.
  6. Ibu yang tidak mampu.
  7. Anak yang sudah baligh dan tidak mampu (secara fisik dan materi).

Jika kelebihan harta tersebut kurang dari 1 sho’ maka tetap wajib dikeluarkan.

Waktu mengeluarkan zakat fitrah:

1. Waktu wajib, yaitu ketika mendapati sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari bulan Syawwal.

2. Waktu jawaz (boleh), yaitu mulai awal Ramadhan.

Dengan catatan orang yang telah menerima fitrah darinya tetap dalam keadaan mustahiq (berhak menerima zakat) dan mukim saat waktu wajib.

Jika saat wajib orang yang menerima fitrah dalam keadaan kaya atau musafir maka wajib mengeluarkan kembali.

3. Waktu fadhilah (utama), yaitu setelah terbitnya fajar hari raya (1 Syawwal) sebelum pelaksanaan shalat ied.

4. Waktu makruh, yaitu setelah pelaksaan shalat ied hingga terbenamnya matahari 1 Syawwal, kecuali karena menunggu kerabat atau tetangga yang berhak menerimanya.

5. Waktu haram, yaitu mengakhirkan hingga terbenamnya matahari 1 Syawwal kecuali karena udzur seperti tidak didapatkan orang yang berhak didaerah itu. Namun wajib menggodho’i.

Syarat sah zakat fitrah:

I. Niat.

Niat wajib dalam hati. Sunnah melafadzkannya dalam madzhab syafi’i.

Niat untuk fitrah diri sendiri:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ عَنْ نَفْسِي لِلَّهِ تَعَالىَ

(Saya niat mengeluarkan zakat fitrah saya karena Allah Ta’ala)

Niat untuk zakat fitrah orang lain:

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ عَنْ  فُلاَنٍ أَوْ فُلاَنَةْ لِلَّهِ تَعَالىَ

(saya niat mengeluarkan zakat fitrah fulan atau fulanah karena Allah Ta’ala)

CATATAN : Anak yang sudah baligh, mampu secara fisik, tidak wajib bagi orang tua mengeluarkan zakat fitrahnya. Oleh karena itu apabila orang tua hendak mengeluarkan zakat fitrah anak tersebut, maka caranya :

  1. Men-tamlik makanan pokok kepadanya (memberikan makanan pokok untuk fitrahnya agar diniati anak tersebut).
  2. Atau mengeluarkannya dengan seizin anak.

Cara niat zakat fitrah

a. Jika dikeluarkan sendiri, maka diniatkan ketika menyerahkannya kepada yang berhak atau setelah memisahkan beras sebagai fitrahnya. Apabila sudah diniatkan ketika dipisah maka tidak perlu diniatkan kembali ketika diserahkan kepada yang berhak.

b. Jika diwakilkan, diniatkan ketika menyerahkan kepada wakil atau memasrahkan niat kepada wakil. Apabila sudah diniatkan ketika menyerahkan kepada wakil maka tidak wajib bagi wakil untuk niat kembali ketika memberikan kepada yang berhak, namun lebih afdhol tetap meniatkan kembali, tetapi jika memasrahkan niat kepada wakil maka wajib bagi wakil meniatkannya.

II. Menyerahkan kepada orang yang berhak menerima zakat, yaitu ada 8 golongan yang sudah maklum.

Hal–hal yang perlu diperhatikan:

1. Tidak sah memberikan zakat fitrah untuk masjid.

2. Panitia zakat fitrah yang dibentuk oleh masjid, pondok, LSM, dll (bukan BAZ) bukan termasuk amil zakat karena tidak ada lisensi dari pemerintah.

3. Fitrah yang dikeluarkan harus layak makan, tidak wajib yang terbaik tapi bukan yang jelek.

4. Istri yang mengeluarkan fitrah dari harta suami tanpa seizinnya  untuk orang yang wajib dizakati, hukumnya tidak sah.

5. Orang tua tidak bisa mengeluarkan fitrah anak yang sudah baligh dan mampu kecuali dengan izin anak secara jelas.

6. Menyerahkan zakat fitrah kepada anak yang belum baligh hukumnya tidak sah (qobd-nya), karena yang meng-qobd harus orang yang sudah baligh.

7. Zakat fitrah harus dibagikan pada penduduk daerah dimana ia berada ketika terbenamnya matahari malam 1 Syawal. Apabila orang yang wajib dizakati berada di tempat yang berbeda sebaiknya diwakilkan kepada orang lain yang tinggal di sana untuk niat dan membagi fitrahnya.

8. Bagi penyalur atau panitia zakat fitrah, hendaknya berhati-hati dalam pembagian fitrah agar tidak kembali kepada orang yang mengeluarkan atau yang wajib dinafkahi, dengan cara seperti memberi tanda pada fitrah atau membagikan kepada blok lain.

9. Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) tetap wajib fitrah sekalipun dari hasil fitrah yang didapatkan jika dikategorikan mampu.

10. Fitrah yang diberikan kepada kyai atau guru ngaji hukumnya TIDAK SAH jika bukan termasuk dari 8 golongan mustahiq.

11. Anak yang sudah baligh dan tidak mampu (secara materi) sebab belajar ilmu wajib (fardlu ‘ain atau kifayah) adalah termasuk yang wajib dinafkahi, sedangkan realita yang ada mereka libur pada saat waktu wajib zakat fitrah. Oleh karena itu, caranya harus di-tamlikkan atau dengan seizinnya sebagaimana di atas.

12. Ayah boleh meniatkan fitrah seluruh keluarga yang wajib dinafkahi sekaligus. Namun banyak terjadi kesalahan, fitrah anak yang sudah baligh dicampur dengan fitrah keluarga yang wajib dinafkahi. Yang demikian itu tidak sah untuk fitrah anak yang sudah baligh. Oleh karena itu, ayah harus memisah fitrah mereka untuk di-tamlikkan atau seizin mereka sebagaimana keterangan di atas.

13. Fitrah dengan uang tidak sah menurut madzhab Syafi’i. Menurut yang saya ketahui, jika kita hendak membayar zakat dengan uang, maka orang yang menerima zakat harus menyiapkan beras sebanyak yang diwajibkan. Selanjutnya kita membeli beras tersebut dengan sebanyak uang yang akan kita berikan kepadanya.

Sumber Forsansalaf

 

August 10, 2011 at 9:02 am 2 comments

Kultum – Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar

Umat Muslim Kita hendaknya menemukan malam lailatul Qadar, meskipun hanya sekali saja. Malam lailatul Qadar adalah suatu malam yang terjadi pada bulan ramadhan, dan bila kita beribadah pada malam tersebut, maka ganjarannya sama saja dengan beribdah selama 1000 bulan, sungguh muar biasa malam lailatul qadar ini. Makanya kita mesti setiap saat berjaga untuk menantikan malam penuh berkah tersebut yakni malam lailatul qadar.

Malam lailatul qadar juga dikenal sebagai malam diturunkannya al Qur’an ke muka bumi ini, sebagai pedoman hidup yang benar baik didunia dan juga penuntun untuk mendapatkan surga jannatun di akhirat kelak. Malam 1000 bulan merupakan malam yang ditetapkan oleh Allah SWT sebagai malam yang paling istimewa di anatara malam, dan terjadi pada bulan ramadhan yang merupakan bulan yang teristimewa pula diantara 12 bulan lainnya.

Ciri-ciri malam lailatul qadar

Adapun ciri-ciri dari malam lailatul qadar malam 1000 bulan adalah sebagai berikut:

  • Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya. Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)
  • Terkadang terbawa dalam mimpi. Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum
  • Bulan nampak separuh bulatan. Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)
  • Udara dan suasana pagi yang tenang. Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)
  • Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
  • Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Demikianlah artikel mengenai topik malam lailatul qadar, malam 1000 bulan malam yang paling istimewa, semoga kita umat Islam mendapatkan malam lailatul qadar ini, Amien.

 

August 7, 2011 at 4:41 pm Leave a comment

download Patriot Band – Sejuta Harapan

mau lagu yang keren ???

download donk Patriot Band – Sejuta Harapan

August 7, 2011 at 4:11 pm Leave a comment

Older Posts


Time

Me

Syahrulsae

Calendar

January 2019
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Bogor EduCARE

Bogor EduCARE

Blog Stats

  • 100,031 hits

Archives

Recent Posts

Top Clicks

  • None

Facebook

Syahrulsae

Pengunjung Asing

RSS tutorial gratis

  • Free PDF e-book: How to Outsource Effectively June 25, 2012
    This is free PDF e-book: How to Outsource Effectively. This e-book explain step by step how to outsource effectively: 1.    Identify what you would like to outsource 2.    Good timing is very important 3.    Choose your provider carefully 4.    Understand advantages and disadvantages of outsourcing. Download here: How to Outsource Effectively Iklan […]
    Oka Mahendra
  • Free PDF e-book: How to Effectively Hire Freelancers June 25, 2012
    This is free PDF e-book: How to Effectively Hire Freelancers. This e-book explain tips to effectively hire freelancers. This e-book contains: Why freelancer and how to hire? 1.  Make an effective plan 2.  How to choose the right freelancer 3.  How to determine an effective and efficient rate for freelancer 4.  Conducting research Final tips: […]
    Oka Mahendra
  • Free PDF e-book: How to Build a Business Using Freelancers June 25, 2012
    This is free PDF e-book: How to Build a Business Using Freelancers. This e-book explain tips to build a business using freelancers. This e-book explain these tips: 1.    Make sure your workers at efficient salaries 2.    Maximize self-employed individuals advantages 3.    Choose trained freelancers 4.    Develop good communication with your freelancers at al […]
    Oka Mahendra
  • Free PDF e-book: How to Make Money as a Freelancer June 25, 2012
    This is free PDF e-book: How to Make Money as a Freelancer. This e-book explain step by step guides to become freelancer. This e-book contains: 1.  Introduction 2.  Registering on the site 3.  Bidding on your first project (price, completion) 4.  How to make sure you get selected for the project 5.  How to avoid […]
    Oka Mahendra
  • Do you have skill in Graphic Design? Freelance graphic designer needed May 29, 2012
    If you have a good skill in Graphic design, such as Adobe Photoshop, Logo Design, Photo Editing, CorelDraw, Poster Design, Banner Design, Brochure Design, etc, you know that many jobs opportunities available on the Internet. They can be full time, part time, or freelancing. Freelancing as a graphic designer is an equally lucrative prospect as […]
    Oka Mahendra